Altcoin Redflag
1. Konsensus Ganti
Ini adalah perubahan fundamental yang sangat masif! Misalnya Ethereum ganti dari PoW ke PoS. Price action setelah ganti? sangat mengecewakan
2. Tokenomics Ganti
Biasanya untuk menyelamatkan diri dari tekanan harga, menghindari unlock besar, atau mengubah insentif ke arah tim/dev, bukan komunitas.
3. Misi / Naratif Tiba-Tiba Ganti
Misal, dari “DeFi revolutionizing finance” jadi “gaming for mass adoption”. Flip-flop seperti ini menunjukkan mereka nggak punya arah jelas dan hanya mengikuti apa yang lagi hype aja.
4. Token Supply Berubah
Hati-hati dengan token-token yang elastic supply / rebase. Token Supply bisa juga diubah melalui sistem governance dimana yang menguasai governance ya mereka-mereka sendiri.
5. Tim Ganti
Ini adalah sinyal adanya konflik di internal
6. Goverance Tai Kucing
Voting ada, tapi tim tetap bisa override keputusan. Demokrasi semu
7. No Revenue
Padahal kebanyakan altcoin adalah web3 business. Nah yang namanya bisnis tetep harus punya revenue dan menguntungkan apapun business modelnya.. mau web1, web2, web3, web4…
8. Toxic Community
Semua yang berpikir secara kritis akan ditimpuk oleh community. Semua dikatakan FUD apabila ada pertanyaan kritis
9. Adain OTC Deals
Untuk tahu hal ini, kalian harus jadi insider. Tapi banyak sekali project yang adakan OTC deals.. artinya mereka kesulitan cari liquidity exit.
10. Ekosistem Tidak Bertumbuh
DApp sepi, partner sedikit, dan nggak ada real user. Duit / token nya diabisin developer yang kebagian grant. Tapi ga ada hasil.
11. Banyak Promo
Kemungkinan besar tidak organik. Apalagi kalau dishill oleh banyak KOL dalam waktu bersamaan.
12. Manipulasi Volume Trading
Banyak wash trading supaya terlihat aktif. Tapi user asli sedikit.
13. Migrasi / Smart Contract Ganti
Hampir pasti ada konflik internal dengan salah satu founder / tim
14. Whitepaper Ganti
Bisa jadi whitepaper versi 1.0; 2.0; 3.0… tergantung pivot nya kemana. Bitcoin tidak pernah ganti whitepaper.
15. Ada token jenis lain dari developer yang sama di ekos yang sama
Developer keabisan duit dan perlu fundraising lagi.
16. Rekam jejak buruk founder
Dotcom Crash vs Altcoin Crash
Dotcom Crash adalah kehancuran besar di pasar saham yang terjadi sekitar tahun 2000–2002, khususnya pada saham-saham perusahaan internet (yang punya akhiran “.com”). Nilai pasar triliunan dolar lenyap dalam waktu singkat.
Dimulai pada 1995 – 1998. Internet mulai booming, dan banyak investor yakin bahwa ini adalah sebuah “revolusi baru.” Banyak perusahaan teknologi dan startup internet go public (IPO) meski belum punya pendapatan, apalagi untung. Investor membeli saham mereka berdasarkan harapan, bukan fundamental. Misalnya, Amazon IPO tahun 1997. Yahoo naik gila-gilaan.
Puncak bubble dimulai pada 1999 hinga Maret 2000. Nasdaq Composite Index, yang banyak berisi saham teknologi, naik 400% dari 1995 ke 2000. Pada waktu itu semua ingin “ikut cuan”, bahkan investor ritel ikut masuk pasar. Banyak perusahaan ganti nama jadi “.com” agar sahamnya naik. Dan, Valuasi jadi tidak masuk akal—perusahaan tanpa revenue bisa bernilai miliaran dolar.
Pada Maret 2000, tiba-tiba sentimen pasar berubah. Investor mulai sadar, ternyata “Perusahaan-perusahaan ini nggak punya profit!”. Laporan keuangan yang baru saja dirili oleh perusahaan dotcom sangat mengecewakan. Akibatnya, Nasdaq jatuh 10% dalam beberapa minggu dan panic selling terjadi. Semua orang ingin exit duluan.
Sepanjang 2000 hingga 2002, Banyak perusahaan dotcom mulai bangkrut. Contohnya: Pets.com, Webvan, eToys. Nasdaq turun hampir 80% dari puncaknya (5.048 ke sekitar 1.100). Ribuan karyawan tech di-PHK.
Apa Penyebab Dot-Com Crash?
Dotcom crash disebabkan kombinasi dari beberapa hal dibawah.
Spekulasi Berlebihan
Orang beli saham hanya karena tren, bukan karena fundamental perusahaan.
IPO Tanpa Dasar Bisnis Kuat
Perusahaan bisa IPO hanya dengan ide, tanpa produk matang atau revenue.
Valuasi Tidak Rasional
P/E Ratio (price to earning) bisa puluhan bahkan ratusan kali.
Fear of Missing Out (FOMO)
Investor takut ketinggalan tren internet, jadi beli apa saja yang “tech”.
Media Hype & Analis yang Terlalu Optimis
Media dan analis memompa sentimen positif tanpa peringatan risiko.
Kebijakan Moneter
The Fed sempat menaikkan suku bunga di awal 2000, mempercepat koreksi.
Corporate Fraud & Mismanagement
Beberapa perusahaan ternyata memanipulasi laporan keuangan.
Terdengar familiar?
- Di Altcoin juga terjadi spekulasi berlebihan. Orang beli karena hype dan naratif. Bukan karena fundamental.
- Di Altcoin juga ada ICO, IDO, IGO (you name it…) hanya dengan ide tanpa produk matang, & tanpa revenue.
- Di Altcoin juga ada Valuasi yang tidak rasional. Kalau di saham ada PE Ratio, di Altcoin ada PF Ratio. Misalnya Cardano PF Ratio nya mencapai 9500x. Solana 196x. Ethereu 840x. Polygon 531x. dll (sumber Tokenterminal)
- DI Altcoin juga ada FOMO yang membuat orang membeli apapun pada saat harga pump
- Di Altcoin juga banyak fraud dan mismanagement, bahkan dengan metode yang bervariatif. Mulai dari rugpull, VC Exit, hack, dll. Terutama di token-token yang berdiri diatas chain lain. Kebanyakan hanya memanfaatkan grant yang ada difasilitasi oleh chain L1. Kalau di retail ada airdrop hunter, di kalangan developer ada grant hunter.
Di Altcoin ada sebutan zombie chain. Yaitu chain yang tidak ada user, tidak ada aktivitas, tapi punya valuasi yang sangat tinggi. Sayangnya komunitas masih dalam tahap “denial”.
Alasan Lain Penunjang The Great Altcoin Crash
Alasan lain penunjang The Great Altcoin Crash:
- Solusi blockchain belum tentu memerlukan token
- Transaksi bisa difasilitasi oleh stablecoin
- Token adalah bentuk dari usaha fundraising dengan kamuflase token-governance
- Token governance kebanyakan hanya desentralisasi tai kucing karena yang punya token terbanyak ya elit2. Beda dengan Bitcoin, di Altcoin makin banyak token bisa menguasai governance. Di Bitcoin, punya 20 juta Bitcoin pun tidak bisa mengubah governance.
- Token diberikan gratis pada Venture Capital, selain dari equity. Namanya Token Warrant. Venture Capital punyaequity dalam bentuk saham dan token yang diberikan “gratis”.
- Banyak project crypto tidak punya exit liquidity. Solusinya mereka membuat OTC Deals dengan diskon 50-60% ke investor baru. Tapi ada vesting. Catat “tidak punya exit liquidity”.
- Kenapa mereka tidak punya exit liquidity? Komunitas nya udah pada pinter-pinter, beda dengan cycle lalu. Sementara user baru hampir tidak ada.
- Tranparansi di blockchain jadi pedang bermata dua, membuat whale & pelaku industri kesulitan exit karena illiquid supply. Ketika exit dan membuat harga koreksi, akan di kutuk oleh komunitas.
- Deregulasi pemerinta Amerika pada crypto akan menyebabkan scam project makin rampant/banyak. Boleh dibilang sekarang mereka bebas dari jerat hukum.
- Traditional Finance tidak lagi berminat dengan Altcoin setelah ada Bitcoin Option ETF dan Microstrategy, MSTY, MSTX, dll…
Bitwise: Minat Institusi Traditional Pada Altcoin udah berakhir
Microstrategy is the Altcoin of Tradfi
Survivor di The Great Altcoin Crash
Dotcom crash bukan berarti perusahaan dotcom semuanya berakhir. Dotcom crash ada eliminasi perusahaan-perusahaan yang tidak profitable, fraud, dan overvalue. Sama seperti Altcoin crash… ini adalah sebuah event untuk filter dan eliminasi zombie chains…
Altcoin atau crypto adalah perusahaan teknologi berbasis web3 dengan berbagai aplikasi finansial diatasnya. Nah mungkin kita bisa menyamakan dengan evolusi mobile OS. Meski pada saat awal pengembangan ada banyak OS, tapi hanya satu atau dua yang akan tampil sebagai pemenang. Sisa nya mati. Begitupula di crypto, hanya akan ada 1 atau 2 saja yang tampil sebagai pemenang. Sisanya mati.
Zombie Chain List (Currated By Forbes)
Zombie chain adalah blockchain dengan valuasi super tinggi tapi minim pendapatan dan minim aktivitas on-chain. Lihat data, jangan denial. Zombie chain seperti ini banyak.
Solusi: Fokus di Bitcoin
Bitcoin adalah satu-satunya aset yang selalu naik mengikuti hukum power law. That’s why ada Bitcoin Power Law! Sementara Altcoin chartnya akan pump dulu didepan, tapi seiring berjalannya waktu akan turun nilainya. Kenapa?
- Ada strategic investor / VC yang exit
- Ada airdroper yang exit
- Ada tim yang menjual alokasinya untuk keberlangsungan usaha
- Ada developer yang menjual tokennya karena dapat grant (gratis)
- Berkurangnya demand akibat naratif nya sudah tidak hype
Hampir semua altcoin itu inflationary karena ada token unlock tapi tidak ada demand nyata
Hanya Bitcoin yang pada akhirnya terapresiasi nilainya (lihat chart). Sementara Altcoin dan meme cenderung menuju zero.
Altcoin Season?
Altcoin season di 2021 karena ada liquidity yang cukup besar mengalir akibat kebijakan ekonomi dan banyaknya liquidity yang tersedia di market. Sementara project altcoin tidak terlalu banyak. Di 2023-2025, liquidity seret, bahkan ada QT dan proyek Altcoin terlalu saturated. Akhirnya altcoin season yang kita tunggu itu tidak kunjung datang.
Lagipula... sebelum Altcoin season, ada Bitcoin season. Tapi komunitas maunya langsung altcoin season dan skip Bitcoin season. Akhirnya dihukum oleh market...
Sebelum ada ETF, ada money flow dari Bitcoin ke Ethereum / Large Cap… Tapi setelah ada ETF money flow nya berhenti di Bitcoin. Karena yang membuat Bitcoin pumping dari harga 40,000 ke 109,000 adalah ETF. Saat ini belum ada jalur untuk pindah dari Bitcoin ETF ke Altcoin. Karena jalurnya hanya BTC -> Fiat atau Fiat -> BTC
Kesimpulan
- Altcoin adalah web3 business yang menerbitkan token sebagai “token governance”
- Desentralisasi di Altcoin tidak pernah benar-benar ada. Hanya segelintir elit yang menguasai token governance.
- Bitcoin akan selalu outperform Altcoin seiring berjalannya waktu. Memang ada Outlier seperti BNB & SOL misalnya… tapi mencari nya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Harus jeli.
- Yang “dijual” oleh Altcoin ada 2… protokol dan token nya. Yang “dijual” oleh token nya adalah volatility untuk menarik trader.
- Flipenning adalah impian yang tidak akan pernah tercapai
- Bitcoin is the only game in the casino that everyone can win.
- Focus with Bitcoin, kecuali memang mau gamble di Altcoin sebagian sangat kecil dari porto.
Pertanyaanya kapan? I don't know. Michael Burry harus menunggu 3 tahun, sampai market real estate collapse. Wingspan Investment bangkrut karena action terlalu awal.
But, sign of collapsing is everywhere…
